Senin, 14 September 2009
Kampanye Cinta Indonesia
Minggu, 13 September 2009
Mengatasi Pertengkaran dalam Rumah Tangga
Kamis, 10 September 2009
Apakah Makna Menangis?
Senin, 07 September 2009
Sidak Parsel Digelar Pekan Depan
Kasudin KUMKMP Jakarta Pusat, Johan Affandi, di Jakarta, Jumat (4/9), mengatakan, "Razia ini berguna menjamin para konsumen terhindar dari makanan kadaluarsa dan mengandung bahan makanan berbahaya yang merupakan penegakan UU tentang Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999," katanya. Kegiatan ini akan melibatkan tiga unit sektoral terkait, yakni Suku Dinas Kesehatan Masyarakat (Sudin Kesmas), Suku Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Sudin KUMKMP), serta Suku Dinas Peternakan dan Perikanan.
"Pelibatan tiga institusi itu karena di dalam kemasan parsel terdapat hal-hal yang terkait dengan kewenangan tiga institusi itu," katanya. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, makanan dan minuman tidak laik konsumsi biasanya banyak ditemukan dalam kemasan. "Untuk sementara ini, waktu sidak masih dirahasiakan. Yang pasti pekan depan," lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat, Hakim Siregar, menambahkan, sidak parsel ini merupakan instruksi Wali Kota Jakarta Pusat untuk mengantisipasi makanan dan minuman tidak laik konsumsi beredar di tengah-tengah masyarakat. "Kami telah menggelar beberapa kali rapat untuk memantapkan rencana sidak parsel. Secara lisan wali kota telah memerintahkan sidak itu harus dapat membuahkan hasil maksimal," harap Hakim.
Kendati demikian, Hakim Siregar menegaskan, sidak tetap akan mengedepankan profesionalisme sesuai prosedur yang berlaku, sehingga tidak mengganggu kenyamanan para pedagang parsel maupun masyarakat. "Kemungkinan besar pada sidak pertama nanti akan langsung dipimpin oleh beliau (wali kota-red) dan itu tengah kami atur jadwalnya," jelasnya. mediaindonesia.com
Sabtu, 05 September 2009
Senyum
Sabtu, 29 Agustus 2009
Dari Manakah Logam Besi Berasal?
Sadar dengan Sebuah Kehilangan
Maha Besar Allah Yang menghidupkan bumi setelah matinya. Air tercurah dari langit membasahi tanah-tanah yang sebelumnya gersang. Aneka benih kehidupan pun tumbuh dan berkembang. Sayangnya, justru manusia mematikan sesuatu yang sebelumnya hidup.
Tanpa terasa, kita sudah begitu boros terhadap waktu
Tidak heran jika gaya hidup perkotaan menggiring orang menjadi manja. Senang bersantai dan malas kerja keras. Di suasana serba mudah itulah, waktu menjadi begitu murah. Detik, menit, jam, hingga hari, bisa berlalu begitu saja dalam gumulan gaya hidup santai.
Sebagai perumpamaan, jika seseorang menyediakan kita uang sebesar 86.400 rupiah setiap hari. Dan jika tidak habis, uang itu mesti dikembalikan; pasti kita akan memanfaatkan uang itu buat sesuatu yang bernilai investasi. Karena boleh jadi, kita tak punya apa-apa ketika aliran jatah itu berhenti. Dan sangat bodoh jika dihambur-hamburkan tanpa memenuhi kebutuhan yang bermanfaat.
Begitulah waktu. Tiap hari Allah menyediakan kita tidak kurang dari 86.400 detik. Jika hari berganti, berlalu pula waktu kemarin tanpa bisa mengambil waktu yang tersisa. Dan di hari yang baru, kembali Allah sediakan jumlah waktu yang sama. Begitu seterusnya. Hingga, tak ada lagi jatah waktu yang diberikan.
Sayangnya, tidak sedikit yang gemar membelanjakan waktu cuma buat yang remeh-temeh. Dan penyesalan pun muncul ketika jatah waktu dicabut. Tanpa pemberitahuan, tanpa teguran. Allah swt. berfirman, “Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (dari Allah swt.).” (Al-Anbiya’: 1)
Tanpa terasa, kita kian jauh dari keteladanan Rasul dan para sahabat
Masalahnya, tidak selamanya stamina seseorang berada pada posisi prima. Kadang bisa surut. Ketika itu, ia lebih berpeluang ditarik daripada menarik. Tanpa sadar, terjadi perembesan pengaruh luar pada diri seseorang. Pelan tapi pasti.
Suatu saat, orang tidak merasa berat hati melakukan perbuatan yang dulunya pernah dibenci. Dan itu bukan lantaran keterpaksaan. Tapi, karena adanya pelarutan dalam diri terhadap nilai-nilai yang bukan sekadar tidak pernah dicontohkan Rasul, bahkan dilarang. Sekali lagi, pelan tapi pasti.
Anas bin Malik pernah menyampaikan sebuah ungkapan yang begitu dahsyat di hadapan generasi setelah para sahabat Rasul. Anas mengatakan, “Sesungguhnya kamu kini telah melakukan beberapa amal perbuatan yang dalam pandanganmu remeh, sekecil rambut; padahal perbuatan itu dahulu di masa Nabi saw. kami anggap termasuk perbuatan yang merusak agama.” (Bukhari)
Tanpa terasa, kita jadi begitu asing dengan Islam
Ajaran Islam tentang ukhuwah misalnya. Kebanyakan muslim paham betul kalau orang yang beriman itu bersaudara. Saling tolong. Saling mencintai. Dan, saling memberikan pembelaan. Tapi anehnya, justru nilai-nilai itu menjadi tidak lumrah.
Semua pertolongan, perlindungan, pengorbanan kerap dinilai dengan kompensasi. Ada hak, ada kewajiban. Ada uang, ada pelayanan. Tiba-tiba seorang muslim jadi merasa wajar hidup dalam karakter individualistik. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan, seorang dai merasa enggan berceramah di suatu tempat karena nilai bayarannya kecil. Sekali lagi, tak ada uang, tak ada pelayanan.
Firman Allah swt. “Dan sesungguhnya jika Kami menghendaki, niscaya Kami lenyapkan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, dan dengan pelenyapan itu, kamu tidak akan mendapatkan seorang pembela pun terhadap Kami, kecuali karena rahmat dari Tuhanmu….” (Al-Isra’: 86-87)
Tanpa terasa, kita tak lagi dekat dengan Allah swt.
Jika ini yang terus terjadi, tidak tertutup kemungkinan, ia lupa dengan sang majikan. Ketika seorang hamba melupakan Tuhannya, Allah akan membuat orang itu lupa terhadap diri orangnya sendiri. Ada krisis identitas. Orang tak lagi paham, kenapa ia hidup, dan ke arah mana langkahnya berakhir.
Maha Benar Allah dalam firman-Nya, “Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.” (Al-Hasyr: 19)
Bertengkar Dalam Rumah Tangga itu Ada Seninya
Bertengkar pun ada seninya, setidaknya ada beberapa hal yang perlu dihindari:
Tidak menyerang pribadi
Usahakan membatasi pertengkaran hanya pada masalahnya. Bila melebar, apalagi melibatkan emosi, tidak jarang pelaku jadi kehilangan kendali. Misalnya, A berlibur dengan menginap di hotel, tetapi A ingin berkunjung ke sanak keluarga di luar kota. Tiba-tiba B mengatakan, ”Kamu memang egois, hanya mengutamakan kepentingan sendiri!” Celakanya, A membalas, "Justru kamu yang tak suka lihat orang lain senang!” Mereka sudah melenceng dari persoalan utama.
Meributkan kesalahan masa lalu
Kalimat, ”Gara-gara kamu dulu”, ”Seandainya kamu dulu tidak”, ”Inilah akibat dari kamu yang” hanya akan membongkar luka lama. Biasanya, orang yang dipersalahkan pun akan membela diri atau balas menyakiti. Maka, pertengkaran pun tidak akan ada hentinya.
Menggunakan kata-kata yang menusuk
Misalnya ”Dasar goblok!”, ”Kampungan!”, dan lain-lain. Hinaan semacam ini membuat orang memberikan dua reaksi, yakni mundur dengan perasaan terluka atau melawan dengan hinaan yang tak kalah tajam.
Menggunakan kata-kata ”ekstrem”
Misalnya, ”Kamu selalu begitu”, ”Kamu tidak pernah”, atau ”Kamu sama sekali” Kata-kata tersebut belum tentu sesuai dengan fakta, karena meniadakan hal-hal positif yang mungkin sudah dilakukan lawan bicara selama ini.
Menyalahgunakan rahasia
Pada saat hubungan sedang tegang dan memuncak akibat pertengkaran, ada dorongan untuk menyerang titik-titik lemah lawan bicara yang biasanya berupa rahasia dan kelemahannya. Akibatnya, bukan hanya terluka, ia juga tak mau percaya lagi. (intisari)
suumber : hendrik-perdana.web.id
Kamis, 27 Agustus 2009
10 Pohon Ramadhan

Ibarat sebuah tanaman, maka amaliyah Ramadhan adalah pohonnya. Mediumnya adalah bulan Ramadhan. Pohon apa yang kita tanam di medium Ramadhan, itulah yang akan kita petik, itulah yang akan kita nikmati. Karena “siapa menanam dia yang menuai”.
Pertanyaannya; Pohon apa saja yang perlu kita tanam di bulan suci ini?
Paling tidak ada 10 pohon Ramadhan yang mesti kita tanam di medium bulan Ramadhan ini:
Pohon pertama, shaum. Tidak sekedar menahan hal yang membatalkan shaum –makan, minum dan berhubungan biologis- dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari saja. Karena, kalau hanya sekedar menahan yang demikian, boleh jadi anak kecil, usia SD bisa melakukannya. Betapa anak-anak kita sudah belajar shaum semenjak dibangku sekolah bukan?
Nah, kalau demikian, apa bedanya shaumnya kita dengan mereka?
Harus ada nilai lebih, yaitu menjaga dari yang membatalkan nilai dan pahala shaum.
Apa yang membatalkan nilai shaum. Di antaranya bohong, ghibah, namimah, mengumpat, hasud dan penyakit hati lainnya. Dengan demikian, mata, telinga, lisan, tangan, kaki dan anggota badan kita ikut serta shaum.
“Betapa banyak orang yang shaum, tidak mendapatkan sesuatu kecuali hanya rasa lapar dan dahaga semata.” Begitu penegasan Rasulullah saw.
Pohon kedua, sahur. Sahur tidak pengganti sarapan pagi, bukan juga penambah makan malam. Namun sahur yang penuh berkah, yang dilakukan diakhir jelang waktu fajar. Di sinilah waktu-waktu yang sangat mahal, doa dikabulkan, permintaan dipenuhi. Sehingga ketika melaksanakan sahur tidak tidak sambil nonton hiburan, tayangan yang melenakan, oleh media elektronik. Sibukkan diri dan keluarga kita dengan mensyukuri nikmat Allah dengan bersama-sama melaksanakan sunnah sahur ini dengan penuh hikmat dan kekeluargaan.
“Sahurlah, karena dalam sahur itu ada keberkahan.” Begitu sabda Rasulullah saw. mengajarkan.
Pohon ketiga, ifthar. Buka puasa. Sunnah buka puasa itu disegerakan. Ketika dengar kumandang adzan Maghrib, segera lakukan buka puasa. Jangan tunda, jangan sok kuat, nanti bakda tarawih saja, bukan.
Dengan apa kita ifthar? Sunnahnya dengan ruthab atau kurma muda. Berapa biji? Bilangan ganjil satu atau tiga biji. Kalau tidak ada, seteguk air putih. Itu yang dilakukan Rasulullah saw. bukan dengan memakan aneka hidangan, ragam makanan, bukan. Dan Rasulullah saw. pun baru makan besar setelah shalat tarawih.
Ifthar bukan ajang balas dendam, seharian manahan lapar, ketika bedug Maghrib, seakan ingin melampiaskan rasa laparnya dengan memakan semua yang ada. Perilaku ini tentu tidak akan membawa dampak perubahan dalam kehidupan pelakunya. Justeru dengan berlapar-lapar sambil merenungkan hikmah shaum dan menjadi bukti kesyukuran adalah sebagian dari target berpuasa. Sehingga dengan sadar dan hikmat kita berdoa saat berbuka:
“Yaa Allah, kepada-Mu aku shaum, dengan rizki-Mu aku berbuka, telah hilang rasa haus-dahagaku, kerongkongan telah basah, karena itu tetapkan pahala bagiku, insya Allah.”
Pohon keempat, tarawih. Tarawih berasal dari akar kata “raaha-yaruuhu-raahatan-watarwiihatan- yang artinya rehat, istirahat, santai. Sehingga shalat tarawih adalah shalat yang dilaksanakan dengan thuma’ninah, santai, khusyu’ dan penuh penghayatan, bukan hanya sekedar mengejar target bilangan rekaatnya saja, mau delapan, dua puluh, empat puluh, silahkan dikerjakan, asal memperhatikan rukun, wajib, dan sunnah shalat.
Kalau kita disuruh memilih, apakah shalat tarawih di masjid yang dalamnya dibaca “idzaa jaa’a nashrullahi wal fathu” atau shalat tarawih di masjid yang baca “idzaa jaa’akal munaafiquna qaaluu nasyhadu innaka larasuuluh…” Pilih mana?
Kita tidak dalam posisi membandingkan surat yang dibaca, semua adalah surat dalam Al-Qur’an, namun kita ingin membandingkan sikap kita, apa kita pilih yang panjang-panjang namun khusyu’ atau pilih yang pendek-pendek namun secepat kilat.
Umat muslim harus berani mengevaluasi diri dalam hal pelaksanaan shalat tarawih ini. Sebab, sudah kesekian kali kita melaksanakan shalat tarawih dalam hidup kita, namun kita belum bisa meresapi, merenungkan dan mendapatkan manisnya shalat, bermunajat kepada Allah swt. secara langsung.
Bukankah Rasulullah saw. meneladankan kepada kita, bahwa beliau shalat tarawih, di reka’at pertama setelah beliau membaca surat Al-Fatihah, beliau membaca surat Al-Baqarah sampai selesai, para sahabat mengira beliau akan ruku’, namun beliau melanjutkan membaca surat An-Nisa’ sampai selesai, para sahabat kembali mengira beliau akan ruku’, namun kembali beliau membaca surat Ali-Imran sampai selesai, baru beliau ruku’. Sedangkan ruku’, i’tidal dan sujud beliau lamanya seperti beliau berdiri rekaat pertama. Subhanallah!
Tentu kita tidak sekuat Rasulullah saw. namun yang kita teladani dari beliau adalah pelaksanaannya, dengan cara yang thuma’ninah, khusyu’ dan penuh tadabbur.
Pohon kelima, tilawatul Qur’an. Membaca Al-Qur’an. Atau yang populer adalah tadarus Al-Qur’an. Tadarus tidak hanya dilakukan di bulan suci ini, juga dilakukan setiap hari di luar Ramadhan, namun pada bulan suci ini tadarus lebih dikuatkan, ditambahkan kuantitas dan kualitasnya. Setiap malam, Rasulullah saw. bergantian bertadarus dan mengkhatamkan Al-Qur’an dengan malaikat Jibril.
Imam Malik, ketika memasuki bulan suci Ramadhan meninggalkan semua aktivitas keilmuan atau memberi fatwa. Semua ia tinggalkan hanya untuk mengisi waktu Ramadhannya dengan tadarus.
Imam Asy-Syafi’i, si-empunya madzhab yang diikuti di negeri ini, ketika masuk bulan Ramadhan ia mengkhatamkan Al-Qur’an sehari dua kali, sehingga beliau khatam Al-Qur’an 60 kali selama sebulan penuh. Subhanallah!
Kita tidak perlu mendebat, apakah itu mungkin? Bagaimana caranya beliau bisa melakukan hal itu? Esensi yang jauh lebih penting adalah, semangat dan mujahadah yang kuat itulah yang mesti kita miliki dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an.
Pohon keenam, ith’aamul ifthor. Memberi berbuka puasa. Jangan diremehkan memberi berbuka puasa kepada orang yang berpuasa, baik langsung maupun lewat masjid. Walau hanya satu butir kurma, satu teguk air, makanan, minuman dan lainnya. Sebab, nilai dan pahalanya sama seperti orang yang berpuasa yang kita kasih berbuka itu. Di negara-negara Timur-Tengah, tradisi dan sunnah memberi buka puasa ini sangat kental. Hampir-hampir setiap rumah membuka pintu selebar-lebarnya bagi para kerabat, musafir, tetangga, sahabat, untuk berbuka bersama dengan mereka.
Kita jadikan memberi buka bersama ini sebagai sarana menebar kepedulian, kekeluargaan, keakraban, dengan sesama, lebih lagi sebagai sarana fastabiqul khairat.
Pohon ketujuh, i’tikaf. Melaksanakan i’tikaf 10 hari akhir Ramadhan. Inilah amalan sunnah muakkadah yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah saw. semasa hidupnya. Lebih dari 8 atau 9 kali beliau beri’tikaf di bulan suci ini, bahkan di tahun di mana beliau meninggal, beliau beri’tikaf 20 hari akhir Ramadhan. Beliau membangunkan istri-sitrinya, kerabatnya untuk menghidupkan malam-malam mulia dan mahal ini. (baca i’tikaf)
Pohon kedelapan, taharri lailatail qadar. Memburu lailatul qadar. Usia rata-rata umat Muhammad adalah 60 tahun, jika lebih, itu kira-kira bonus dari Allah swt. Namun usia yang relatif pendek itu bisa menyamai nilai dan makna usia umat-umat terdahulu yang bilangan umur mereka ratusan bahkan ribuan tahun. Bagaimana caranya? Ya, dengan cara memburu lailatul qadar, sebab orang yang meraih lailatul qadar dalam kondisi beribadah kepada Allah swt., berarti ia telah berbuat kebaikan sepanjang 1000 bulan atau 84 tahun 3 bulan penuh. Jika kita meraih lailatul qadar sekali, dua kali, tiga kali, dan seterusnya, maka nilai usia dan ibadah kita bisa menyamai umat-umat terdahulu.
Rahasia inilah yang di yaumil akhir kelak, umat Muhammad saw. dibangkitan dari alam kubur terlebih dahulu, dihisab terlebih dahulu, dimasukkan ke surga terlebih dahulu, dan juga dimasukkan ke neraka terlebih dahulu, waliyadzu billah.
“Pada bulan ini ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, siapa yang terhalang dari kebaikannya berarti ia telah benar-benar terhalang dari kebaikan.” (H.R. Ahmad)
Pohon kesembilan, umroh. Melaksanakan ibadah umroh dibulan suci Ramadhan, terutama 10 akhir Ramadhan. Sebab melaksanakan umroh di bulan suci ini seperti malaksanakan ibadah haji atau ibadah haji bersama Rasulullah saw.
“Umrah di bulan Ramadhan sebanding dengan haji.” Dalam riwayat yang lain: “Sebanding haji bersamaku.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Pohon kesepuluh, menunaikan ZISWAF, yaitu mengeluarkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf. ZISWAF adalah merupakan ibadah maaliyah ijtima’iyyah, ibadah yang terkait dengan harta dan berdampak pada manfaat sosial. Mengeluarkan ZISWAF tidak hanya bulan suci Ramadhan, kecuali zakat fitrah yang memang harus dikeluarkan sebelum shalat iedul fitri, sedangkan zakat-zakat yang lain, sedekah dan infaq dilakukan kapan saja dan di mana saja, namun karena bulan Ramadhan menjanjikan kebaikan berlipat, biasanya kesempatan ini tidak disia-siakan umat muslim, sehingga umat muslim berbondong-bondong menunjukkan kepeduliannya dengan berZISWAF. Tentu dilakukan dengan baik, benar dan tidak memakan korban. Lebih baik lagi jika disalurkan lewat Lembaga Amil Zakat yang memang mengelola dana-dana umat ini sepanjang hari, tidak hanya tahunan.
Berbicara tentang potensi ZISWAF di negeri ini sangatlah besar jumlah, setiap tahunnya potensi ZISWAF itu 19, 3 Trilyun Rupiah. Subhanallah, dana yang tidak sedikit yang jika bisa digali, diberdayakan, maka ekonomi umat Islam akan lebih baik.
Inilah 10 pohon Ramadhan, “Siapa menanamnya ia akan menuai”
Jumat, 24 Juli 2009
E-Travel & Business Application System
Kemajuan Teknologi Informasi yang berkembang saat ini dimana kebutuhan akan informasi data sudah menjadi faktor yang sangat penting dalam pemberian pelayanan yang baik dan cepat kepada pelanggan, maka saat ini selalu diciptakan produk-produk teknologi informasi sesuai kebutuhan untuk meningkatkan totalitas produksi perusahaan sebagai pengguna informasi. Dengan menggunakan sistem informasi maka kecepatan dan keakuratan data dapat lebih terjamin.
Masalah mendasar di travel –travel Indonesia sekarang ini adalah kurangnya memanfaatkan teknologi internet yang dapat menjadi media penjualan, dan sebagai media marketing bagi travel. Banyak travel di Indonesia hanya menggunakan media internet sebatas booking tiket kepada pihak airlines. Padahal Internet dapat menjadi media bisnis yang bagus dalam melakukan penjualan tiket secara online atau untuk melakukan pengiklanan produk -produk tour travel.
Banyak travel –travel sedang atau kecil yang masih belum mempunyai System Front Line atauSystem Front Office yangbersifat online, dan berguna sebagai alat marketing sekaligus alat pemesanan tiket bagi klien atau calon pembeli, sebagaimana travel–travel besar di Indonesia. Di karenakan mahalnya media system ini, travel–travel sedang atau kecil merasa terbeban secara financial.
Oleh karena itu sebagai agen penyedia layanan tiket penerbangan,voucher hotel, paket tour dan lain-lain, maka sangat dibutuhkan sarana penunjang dalam mewujudkan totalitas pelayanan terhadap pelanggan.
Sebuah website merupakan identitas perusahaan anda di Internet, semacam ‘kartu nama dan brosur elektronik ataupun kataloq elektronik’ interaktif yang dapat dengan mudah diperbaharui isi maupun tampilannya. Website merupakan salah satu tempat dimana calon pelanggan pertama kali mengetahui tentang anda, perusahaan anda, atau apa saja yang anda tawarkan (produk / jasa). Melakukan bisnis di era milenium saat ini sulit berkembang tanpa memanfaatkan fasilitas Internet seperti Website dan Email. Dengan adanya internet biaya-biaya seperti promosi dan komunikasi dapat ditekan secara drastis dan efektif.
Travbiz System dengan disertai konsepyang kuat, dapat mengatasi beberapa keterbatasan yang ada selama ini.
Dengan menggunakan system ini, travel agent akan memperoleh benefit, diantaranya:
Income Generation
Mendapatkan peningkatan pemasukan dari hasil penjualan tiket, voucher hotel, paket tour dan lain-lain. Karena Team Travbiz System akan terus meng-update database master sebagai pendukung utama dari isi website pengguna TravBiz, sehingga proses transaksi menjadi lebih terintegrasi.
Increasing Brand Image
Adanya keuntungan yang bersifat long-term yang didapat oleh pengguna TravBiz. Hal in dapat meningkatkan brand image Travel Agent pengguna TravBiz terhadap calon pelanggan maupun pelanggannya. Selain itu Team Travbiz System akan terus melakukan proses index di beberapa situs pencari, sehingga membuat travel agent anda lebih mudah di kenali atau di dapat di internet.
Apabila anda berminat untuk menggunakan aplikasi ini untuk menjalankan bisnis Travel Agent anda, TravBiz bisa memberikan solusi untuk aplikasi Online Travel anda. Anda juga dapat melihat harga-harga penawaran kami melalui proposal yang kami tawarkan sesuai dengan paket-paket yang sudah disediakan.
Fitur-fitur yang diberikan adalah Control Panel dengan teknologi Web 2.0, Profil Perusahaan anda, Tiket Pesawat, Hotel, Paket Tour dan lain-lain sesuai dengan paket yang anda pilih dan anda bebas untuk mengisi konten serta memilih template - template website yang sudah disediakan.
Untuk aplikasi demo online ini anda dapat melihatnya melalui website : TravBiz System, untuk informasi lebih lanjut anda dapat menghubungi Marketing Staff Travbiz System melalui email marketing@travbiz.web.idThis e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
Lihat lebih lanjut :







